Langsung ke konten utama

JOMBLO IS NEVER DIE #2



Kawan-kawanku yang sangat aku sayangi dan cintai... setelah merampungkan tulisan “JOMBLO IS NEVER DIE” part 1 rasa-rasanya aku belum puas dalam membahasan fenomena lajang disini, karena kebanyakan dari temanku dan aku sendiri sepertinya masih butuh banyak sekali petuah yang berarti tentang “pilihan menempuh jalan sunyi” ini yang sedang dihadapi sekarang. Satu lagi yang masih menggantung 5 cm didahiku, single itu sebuah fenomena. Kejadian yang tidak diharapkan oleh sebagian orang, walaupun ada yang biasa-biasa saja menanggapinya, walau ada yang tertawa mendengarnya, “jomblo... memang gwe pikirin” ungkapnya, tapi percaya ditengah kesunyian dan kesendirian dia mengucurkan air mata, dia mungkin hanya berpura-pura bahagia agar orang disekelilingnya tidak cemas atas kesendiriannya.
“kapan kamu menikah?” ucapan itu terdengar sepele tapi mematikan, bahkan melumpuhkan. Terdengar sepele dan wajar memang orang bertanya hal itu kepada para lajang diluar sana, yang sudah berumur tetapi belum menikah, itu ungkapan pertanyaan basa-basi dan rasa keingintahuan seseorang terhadap kita, suatu bentuk perhatian dan nada pengejekan yang beda tipis memang. Sebagai seorang lajang, tentunya kita terenyuh dan sakit kepala mendengar ungkapan itu. Tentunya dengan banyak senyuman tetapi hati menangis kita menanggapinya, dengan sedikit nada bercanda kita menyikapinya tetapi dibelakang air mata menyerbu. Pahit memang menerima kenyataan, kenyataan “tidak laku” untuk kita, tak ubahnya seperti produk gagal yang tak laku dipasaran,tetapi apakah hanya sampai disitu hidup kita?
Berhentilah dengan stigma buruk, bagaimana kalau bersama-sama kita berusahan mencari jodoh yang terbaik untuk kita, tunjukkan kepada orang yang mengejekmu “tidak laku” bahwa kamu bisa. Tiada kata terlambat untuk menikah dan mencari jodoh, tua, muda, bahkan banci pun berhak merasakan cinta, semua yang hidup berhak punya cinta apapun bentuknya. Cinta itu milik bersama, merasa miskin jadi malu mendekati lawan jenis? Merasa pengangguran jadi ngga pede pacaran? Bodohnya.... jika memang kamu punya hati dan sikap yang baik, semua itu tak jadi soal sayang, jangan pernah malu dengan keterbatasanmu. Orang kriminal saja bisa punya cinta? Kenapa kamu tidak?
Perhatikan penampilan... priaku dan wanitaku yang lajang... sudah saat nya kamu mendandani dirimu dengan baik, perhatikan setiap apa yang kamu pakai, tidak perlu mewah asal rapi, ingatlah ungkapan “dari mata turun ke hati” jika dari mata dirasa kamu pas maka mata itu akan berbisik ke hati untuk mengenal lebih jauh. Selalu wangi, karena kesan pertama adalah penentunya, mandi setiap hari yaaa.... gunakan pakaian yang bersih, pokoknya mulailah menjual dari dirimu. Jika kamu harum, bersih, rapi, enak dilihat, maka akan mudah dijual. Ingat barang yang laku dipasaran adalah barang dengan kondisi yang baik. So ... berbenahlah. Tidak perlu mahal !!!
Jaga sikap... tersenyumlah, ramahlah, kepada semua orang yang kau kenal, dengan begitu kau akan punya banyak teman, jika kau punya banyak teman, maka akses untuk mendapatkan jodoh akan bertambah besar. Jangan lebay dan sombong ya, bagaimana orang akan menaruh simpati padamu, kalau sebelumnya saja sikapmu sudah menjijikan dimata mereka. Sombong...sok cakep... idih itu hal yang paling dibenci. Maka jaga pribadimu, bersikap ramah tapi teratur, tidak berlebihan dan sesuai dengan batas profesional semata. Ingat... orang akan bertambah penasaran jika sikapmu “jinak-jinak merpati” kau terlihat baik, ramah tetapi tidak murahan.
Terlalu pemilih... itu tadi, sebab utama yang menghambatmu dalam mencari jodoh adalah “piki-piki” memang pilih-pilih itu perlu, tetapi disesuaikan juga dengan kemampuanmu, jika kamu tergolong orang biasa saja, sadar dirilah, jangan terlalu banyak berfikir dan memilih terlalu jauh anganmu melayang. Usiamu terus merambat, dan keberatanmu dalam mencari jodoh adalah soal penampilan semata. Yang hitamlah, gemuklah, kuruslah, kurang tinggilah, bla...bla...bla... penampilan memang perlu , tapi pernikahan membutuhkan dari sekedar penampilan. Ingat jangan terlalu cepat menghakimi orang lain yang kamu  anggap tak selevel, sebab penampilan dan tingkat pendidikan tidak menjamin wawasan dan kebaik hatian seseorang. Anyway, kalo kekurangan yang bersangkutan bukan sesuatu yang syari, rasanya tindakan kompromi bisa dipikirkan. Pesanku, jalani dulu... cinta akan timbul kalau sudah terbiasa.
Mencarilah...ga ada salahnya lo kita mencari, sesuatu tidak akan pernah datang kau kita duduk diam saja, semua butuh usaha. Lihatlah teman-teman lamamu yang masih melajang, seperti teman sekolahmu dahulu, siapa tau kenangan masa lalu membangkitkan romantika percintaan. Kau akan terkejut juka melihat teman lamamu berubah bermetamorfosis menjadi orang yang berbeda sekarang, bisa saja cinta tubuh dari hati kalian. Ingat cinta muncul dari lubang mana saja dan lubang terkecil sekalipun. Ditempat gersang dan tandus saja masih bisa kita temui cinta. Jadi berusahalah ...rajin-rajinlah hadir disebuah acara, siapa tau disanalah pangeranmu ada. Bersosialisasilah, ngga ada salahnya bergaul dengan banyak teman karena itu bisa membantumu menemukan sesuatu itu.
Finish...masih tetap lajang walau sudah berbagai macam cara dilakukan? Tetap “berteman kesunyian” walau kamu sudah siap married baik secara usia,finansial,lahir dan batin? Berarti di hadapan Tuhan, menurut Tuhan ni ya... kamu belum cukup siap dan matang untuk membina keluarga. Dan bisa jadi pula nanti Tuhan menyiapkan yang terbaik untukmu, kesabaranmu, kesalihanmu selama menunggu itu semua diperhitungkan oleh Tuhan. Beliau terlalu sayang padamu, dan tidak akan memberikanmu kepada sembarang orang.
Dan...bagaimana jika sampai akhir hayat kamu masih menjomblo??? Well, secara iman, Allah menyiapkan pendamping pilihan diakhirat nanti, disurganya , jadi tetap kebagian walau dialam lain. Tapi kalau masuk neraka??? Hem ga bisa bilang apa-apa... takdir memang sudah ditulis Tuhan untukmu.
Tapi secara logika, selama masih hidup, kita tidak akan tau takdir kita nanti seperti apa. Terus berusaha semampumu, berikanlah yang terbaik untuk dirimu, bersabarlah... tiada pernah ada kata terlambat.

Komentar